Rafly3Rafly Juliansyah Mahasiswa Program Work Based Learning STP Sahid

Awalnya tidak yakin dengan tagline EARN WHILE YOU LEARN yang ditawarkan STP Sahid ketika saya lulus SMKN 57 Jakarta tiga tahun silam.  Namun tidak terasa, saya sudah menyelesaikan Tugas Akhir untuk memperoleh Gelar Ahli Madya Pariwisata, padahal sehari-hari saya disibukkan dengan bekerja yang harus saya padukan dengan kuliah saya.  Belajar di sini bebas boleh ambil yang satu tahun, dua tahun, tiga tahun atau empat tahun.  Pada awal masuk STP Sahid saya mengambil program satu tahun melalui proigram Pendidikan Vokasi Berkelanjutan.  Program ini memberikan kesempatan saya kuliah sambil bekerja. Karena saya hobby dengan kofee, maka saya putuskan untuk belajar tentang kopi langsung di industri.  

Rafly1Pada mulayanya saya mendapat uang saku sebesar 2 juta atau sebesar Upah Minimum Regional (UMR). Saya pikir saya beruntung karena status saya adalah mahasiswa yang hasilnya bisa saya tabung untuk biaya kuliah.  Setelah selesai program satu tahun di STP Sahid, saya langsung ditawari bekerja untuk menjadi BARISTA dan langsung saya ambil tawaran tersebut.  Pada waktu yang bersamaan saya juga tetap mengikuti program dua tahun dan tiga tahun di Almamater saya.  Akhirnya saya semakin mahir dalam seni membuat sajian kopi dan medapatkan sebutah BARISTA.  Sampai saat ini saya masih menyukai pekerjaan ini dengan penghasilan 4-5 juta sebulan dan kuliahpun selesai.

Rafly merupakan anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Nasrudin Latif dan ibu Sofiah bertempat tinggal di Jl. Deplu Raya Bintaro ini, menyatakan bahwa KUNCI keberhasilannya adalah DISIPLIN DIRI baik di tempat kerja maupun di tempat kuliah.  Saya selalu mengikuti tahap demi tahap belajar yang ditetapkan oleh Manajemen STP Sahid dan yang menarik adalah STP Sahid mampu merancang kurikulum yang membuat saya master dalam pekerjaan saya.  Terima kasih dan Jayalah STP Shid. Salam, karena SAYA BANGGA JADI BARISTA.